Pendidikan Agama Islam E
Manajemen
Pembahasan tentang asal mula manusia merupakan salah satu tema
penting dalam Al-Qur'an. Banyak ayat yang menjelaskan bagaimana
manusia diciptakan dan tujuan keberadaannya di dunia. Untuk
memahami ayat-ayat tersebut, para ulama melakukan penafsiran yang
dikenal dengan ilmu tafsir. Para mufassir menggunakan berbagai
pendekatan agar makna ayat dapat dipahami dengan lebih jelas. Dua
pendekatan yang sering digunakan adalah pendekatan tekstual dan
kontekstual.
Mufassir tekstual, manusia pertama adalah Nabi Adam a.s.yang diciptakan langsung oleh Allah SWT dari tanah, kemudian ditiupkan ruh. Hawa iciptakan
kemudian dari Adam untuk menjadi pasangannya. Pandangan ini bersumber
langsung dari Al-Qur'an (seperti QS. Ali Imran: 59) dan hadis, menekankan penciptaan khusus tanpa evolusi.
Mufassir kontekstual memandang ayat-ayat penciptaan, khususnya QS. Al-Mu'minun ayat 12- 14, sebagai deskripsi bertahap yang selaras dengan temuan sains, bukan dua hal yang bertentangan.Tanah (Sari Pati): Unsur thin atau sulalah min thin (saripati tanah) dipahami sebagai unsur kimiawi dasar (unsur tanah) yang membentuk tubuh manusia, seperti karbon, kalsium, posfor, Embriologi (Nutfah, 'Alaqah, Mudghah): Proses tahapan janin (nutfah/sperma, 'alaqah/segumpal darah, mudghah/segumpal daging) dalam Al-Qur'an diakui memiliki kesesuaian dengan urutan embriologi modern. Proses Ilmiah: Penciptaan manusia tidak hanya dimaknai sebagai kejadian seketika, tetapi melalui proses perkembangan biologis yang teratur2. Kaitan dengan Teori Perkembangan Kehidupan Sebagian mufassir kontemporer dan pemikir Muslim kontekstual melihat adanya ruang untuk
mengaitkan tahapan penciptaan dengan konsep perkembangan kehidupan (evolusi biologis yang terarah oleh Allah).